Rabu, 12 Desember 2012

Resensi Novel Rahasia Hati


Bukannya Gwen tidak mencintai Badai, namun keadaan yang membuat Gwen menolak tawaran Badai untuk menikah. Ketakutannya pada pesawat terbang mampu membuat Gwen menahan rasa sakit ketika mengatakan akan mundur dari rencana mereka-menikah. Hubungan mereka terjalin sangat baik, begitu pun kedua orang tua mereka. Badai mampu membuat Gwen menangis saat jatuh cinta dan tertawa ketika di tikam rindu. Badai merasa ini semua hanya masalah waktu, dimana ada jalur lain yang harus mereka tempuh.
“Sekarang atau nanti, kita akan bersama lagi”. ucapan Badai yang begitu mencengkam hati Gwen pada saat itu.
Gwen mempunyai mimpi untuk melakukan kegiatan sosial yang berhubungan dengan kehidupan anak-anak jalanan. hal ini membawanya dekat dengan pria berkacamata bernama Tristan. Gwen mendapati sosok Badai yang ada pada diri Tristan-ah Badai sudah lama telah berlalu. Gwen banyak belajar dari Tristan, bagaimana kehidupan di luar sana yang sesungguhnya dan bagaiman mirisnya kehidupan yang  anak jalanan rasakan.
Gwen dan Tristan menjalani hidup mereka masing-masing. Gwen melanjutkan kesibukannya yang baru-baru ini ia jalani bersama pria coffee shop-tempat pertama mereka bertemu. sedangkan Badai meneruskan hobby nya mengelilingi dunia, yang entah sekarang ia berada di belahan dunia mana.
Gwen berusaha menggantikan bayangan Badai oleh Tristan, yang kini sudah begitu akrab dengan Gwen. Tampaknya Gwen menerima sinyal-sinyal positif dari Tristan. Namun, Tristan tidak ingin mengambil keputusan yang begitu cepat. Karena, ia masih sangat mencintai Alma-mantan kekasihnya.
Ketika Gwen mengalami suatu masalah dengan kegiatan sosialnya, Gwen merasa hanya Badai yang dapat membantunya. Hal yang membuat Badai spesial bagi Gwen ketika ia selalu ada di saat Gwen membutuhkan, sekalipun Badai sedang bereda di tempat yang jauh.
Rasa takut yang Gwen alami akan naik pesawat terbang nampaknya mulai surut, berkat sugesti yang Badai berikan, tentang bagaimana menghilangkan aerophobia dan mengatasi ketakutan berada di tempat baru.
Tibalah dimana hari yang di tunggu-tunggu oleh Gwen. Perjalanannya menuju Eropa begitu menegangkan, namun Gwen dapat menyikapinya dengan tenang.
Suasana yang baru menyambut Gwen dengan hangat di Praha.
Welcome home, Kiddo.” Di susul dengan rengkuhan yang sangat kuat dari Badai.
Perjalanan Gwen begitu menyenangkan, apalagi ditemani oleh Badai. Kemana pun Gwen mau Badai selalu menemaninya, hal ini malah membuat Badai merasa bahagia.
Selanjutnya Gwen melanjutkan acara travelling-nya bersama Badai menuju ke Salzburg. Dimana di Salzburg mengadakan suatu event yaitu Kiss Stigma Goodbye sebuah even untuk memberikan dukungan pada mereka yang hidup dengan HIV.
“Jadi, kita harus ciuman?” Gwen merasakan panik yang berlebihan, Gwen dan Badai bukanlah sepasang kekasih lagi. Wajar saja Gwen berlaku demikian.
Acara pun di mulai, semua pasangan yang hadir di acara tersebut berpelukan dengan pasangan masing-masing-termasuk Gwen dan Badai. Gwen dan Badai terbawa suasana, beberapa detik kemudian, mereka berciuman dengan mata terpejam. Gwen merasakan kupu-kupu di dalam perutnya bertebaran tak terkendali, hal ini membuktikan bahwa ia sangat merindukan Badai. Gwen menunjukkan foto mereka ketika berciuman, pipi Gwen memerah seketika. Badai mendapatkannya ketika acara tersebut usai.
I love you, Kiddo.”
                Kekecewaan Gwen terhadap Tristan mulai menjadi. Ketika Gwen  memikirkan Badai, Tristan datang lagi. Dan Ketika ia menginginkan Tristan, Tuhan menjauhkannya. Gwen membuat Badai bingung oleh sikapnya yang tidak memberi kepastian akan siapa yang ia pilih, Badai kah atau… Tristan. Gwen bukannya ingin menggantung Badai, ia hanya bimbang antara memilih Badai dan Tristan.
Setelah kejadian Tristan yang berbalik mengejar Gwen, yang di balas dengan kekecewaan Gwen terhadapnya, Gwen berusaha untuk menetralkan perasaannya yang melibatkan Badai dan Tristan.
                Badai sama sekali bukan orang yang mengerikan atau menakutkan seperti namanya. Dia orang yang easy going, tidak banyak marah, ramah, dia sangat dicintai. Hanya hati Gwen yang porak poranda karena perlakuan Badai terhadapnya.
                Gwen mengungkapkan bahwa selama setahun ini ia benar-benar mencoba menetralkan hatinya. Gwen mengatakan bahwa hanya Badai lah yang mapu memberinya sugesti menghilangkan takutnya sendiri, Gwen berfikir Badai telah membukakan dunia yang indah untuknya. Apalagi setelah kepulangannya dari Eropa, Gwen selalu teringat akan hal-hal yang pernah mereka lalui bersama.
                Gwen berani menentukan pilihan, yang dipikirkannya secara matang-matang. Kupu-kupu di dalam perut Gwen beterbangan.
“Kita tidak akan berhenti bertualang, sebelum sampai di bulan. Dan aku akan memastikan, kamu yang ada di pelukanku, waktu aku menginjakkan kaki di sana.” bisik Badai pada Gwen.